ini sudah tengah malam. Dan aku berjanji, setelah menulis ini aku akan segera tidur.
sebenarnya, malam ini aku sangat berharap hujan akan turun. Tidak usah deras, hanya gerimis saja. Setidaknya, kamar tidak sehening sekarang. Tapi, tidak ada tanda-tanda hujan akan turun.
Huh, tidak terasa ya, rasanya baru kemarin aku masuk SMA. Berjalan di belakang seorang guru bertubuh mungil tapi sangat berwibawah. Duduk dan berkenalan dengan teman sebangku untuk pertama kalinya.
Rasanya juga baru kemarin aku kenal sahabat-sahabat aku. Tapi mereka sudah jauh memilih jalan sendiri-sendiri.
Rasanya baru kemarin aku pulang sekolah dengan kereta pada sore hari. Semuanya seperti baru terasa kemarin.
Kayak, aku baru bangun tidur dan mereka baru aku jumpai beberapa hari yg lalu, seperti itu lebih tepatnya.
Aku lagi kebingungan. Aku benar-benar tidak tahu perasaan apa yang sedang menganggu keberanianku akhir-akhir ini. Rasanya semakin hari, semakin tidak PD saja untuk tampil di depan umum, jangankan di depan umum, berbicara saat presentasi saja jantungku sudah berdegup kencang bukan main. Berulang kali ku hembuskan napas agar perasaan ini kembali normal seperti biasanya, tapi justru aku kesulitan dalam melakukan pengendalian itu. Ada banyak pendapat yang ingin kusampaikan saat debat kelas di mulai, tapi rasa cemas dan jantung yang berdetak semakin kencang membuat aku kesulitan berbicara. Semua ide-ide dan rentenan bahasa yang tadinya sudah terususun rapi, kini hilang tanpa sedikitpun tersisa di kepala. Sejujurnya, aku sungguh tersiksa dengan perasaan takut dan cemas ayng berlebihan ini, membuat aku tidak bisa aktif dalam bidalng apapun. Padahal aku sangat suka berhubungan dengan bidang yang berkaitan dengan komunikasi, berbicara di depan banyak orang. Tapi semenjak perasaan cemas dan taku...
Komentar
Posting Komentar