Langsung ke konten utama

:'(

Akhir-akhir ini mental saya lagi down. Sakit kepala luar biasa hampir di setiap malam. Perut kembung dan susah tidur membuat kehidupan saya semakin tidak nyaman. Capek? iya. capek membagi waktu juga iya, kayaknya hampir sering nangis juga. Pasti ada aja masalah yang bikin saya tiba-tiba mikir "kok malah jadi gini ya?" "ini seharusnya bagaimana?" seperti hari ini. Minggu pagi yang seharusnya diliputi rasa sukacita justru membasahi mataku subuh-subuh. Akh, mungkin kalau saya jelaskan, yang membaca blog ini akan bilang "Masalahnya nggak jelas banget." "Baru juga masalah kaya gitu." Iya. Saya juga tidak tahu apakah ini bisa disebut masalah atau tidak pernah masuk kedalam masalah hidup. Kan emang gitu ya? Manusia hobinya menilai sesuatu berdasarkan satu sudut pandang. Jadi wajar kalau emang ada beberapa yang tidak bisa menghargai masalah. "Itu salah lo sendiri." "Kalau lo nggak kaya gitu, nggak mungkin terjadi." Hah... sudahlah, tulisan amburadul inipun sudah cukup menjelaskan betapa kacaunya pikiranku sekarang. Aku lupa semalam tidur jam berapa, tapi rasa kantuknya masih tersisa sampai pagi ini. Mungkin jam 2. Akhh ya mungkin setengah tiga. Bukan, ini bukan karena begadang atau semacamnya, ini bukan tentang aku menghabiskan jam tidur dengan bermain ponsel sampia larut. Semalam kepalaku sakit lagi, sakit hebat sampi memejamkan mata saja sangat tidak nyaman. Maag ku kambu. Aku memang ada penyakit maag, aku sendiri juga lupa bagaimana penyakit ini berawal. Mungkin gejalanya sudah terlihat saat umurku delapan belas tahun. Semakin dewasa pikiranku memang sering kacaunya, sering jenuhnya, sering overthinking-nya, sering membuat aku cemas. Pikiran. Kalau bicara soal pikiran yang sudah kacau memang banyak dampak negativnya. Hemmm gimana ya jelasinya, sesungguhnya tidak semua hal bisa dijelaskan dengan nyaman, kadang ada satu situasi yang memaksa kita untuk terus tutup mulut. Dan situasi itu sedang menggerogoti kepalaku akhir-akhir ini. Rasanya sungguh menyiksa, tapi maua bagaimana lagi, manusia sederhana yang jauh dari kata sempurna seperti aku ini, tidak bisa berbuat banyak dalam hidup, aku tidak sepenuhnya memegang kendali atas hidupku. Kadang untuk terus berserah pada Tuhan membuat perasaanku lebih tenang. Sudah ya, itu dulu. Byee...

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Selamat Tidur

Hallo, siapa pun kamu yang mungkin kebetulan sedang membaca blog ini. tulisan yang isinya tidak penting semua, heheh. malam ini pukul 11:23, sudah tengah malam sih. awalnya aku mau tidur lebih awal, tapi tetap aja tidak bisa. Mataku sudah mengantuk, tiapi tidak bisa tidur. jadi, kubiarkan saja entah seperti apa aku bisa tertidur sampai besok. Nanti pas bangun pasti juga sudah pagi. Nggak kerasa ya, sudah akhir tahun, usiaku juga sudah semakin bertambah. Aku sedih, sejauh ini aku belum melakukan sesuatu yang berharga. Aku tidak melakukan hal-hal yang bisa di bilang 'wow' atau sekedar kata 'selamat' dari org lain karena adanya suatu pencapaian yg kita raih. Rasanya tu kayak, hari-hari berlalu ya berlalu aja. Serasa aku menyia-nyiakan setiap detik yg berjalan. Aku bingung harus melakukan apa agar waktu tidik berjalan sia-sia. Selama pandemi ini, aku cuman bisa berdiam diri dirumah, sibuk dengan toko dan pekerjaan rumah yg harus di selesaikan. Setiap hari akan selalu sepe...

Pondasi Hidup

Wajar jika kamu merasa kesepian, sedih, kecewa, marah atau unek-unek lainnya yang pada dasarnya memang di tujukan untuk manusia. Lagi pula, aku tahu, kalau kamu juga punya cara sendiri untuk mengatasi unek-unek itu. Dan pastinya semua punya cara yang berbeda. Ada yg cuman diam, ada yang sekedar dengar musik untuk kabur dari bisingnya semesta, ada yang memilih untuk mengubur perasaan tidak enak itu jauh-jauh, sampai tidak ada yang tahu kalau dia sedang rapuh. Mungkin kalau sudah buntu, maka menangis akan menjadi satu-satunya cela yang terbuka. Air mata memang se melegakan itu. Sebuah bahasa bisu yang lupa caranya membentuk kalimat. Kalau saya, saya akan memilih untuk berdiam diri dari keramaian. Mencoba untuk mengosongkan pikiran tentang semua hal diniawi. Karena Dunia memang serumit itu, dan manusia menjadi satu-satunya korban yang harus menanggung semua masalah-masalah yg ada di dalamnya. salah satu hal rumit itu adalah "menjadi dewasa" ternyata fase menuju dewasa mempun...

Saya cemas, saya takut

Aku lagi kebingungan. Aku benar-benar tidak tahu perasaan apa yang sedang menganggu keberanianku akhir-akhir ini. Rasanya semakin hari, semakin tidak PD saja untuk tampil di depan umum, jangankan di depan umum, berbicara saat presentasi saja jantungku sudah berdegup kencang bukan main. Berulang kali ku hembuskan napas agar perasaan ini kembali normal seperti biasanya, tapi justru aku kesulitan dalam melakukan pengendalian itu. Ada banyak pendapat yang ingin kusampaikan saat debat kelas di mulai, tapi rasa cemas dan jantung yang berdetak semakin kencang membuat aku kesulitan berbicara. Semua ide-ide dan rentenan bahasa yang tadinya sudah terususun rapi, kini hilang tanpa sedikitpun tersisa di kepala. Sejujurnya, aku sungguh tersiksa dengan perasaan takut dan cemas ayng berlebihan ini, membuat aku tidak bisa aktif dalam bidalng apapun. Padahal aku sangat suka berhubungan dengan bidang yang berkaitan dengan komunikasi, berbicara di depan banyak orang. Tapi semenjak perasaan cemas dan taku...